Dikatakannya, terdapat beberapa kelompok yang menjadi titik tumpu dari gerakan Diabetes Initiative, diantaranya mahasiswa di berbagai Fakultas Kedokteran untuk menjadi promotor gerakan di kampusnya masing-masing, kelompok perempuan yang menyuarakan peran krusialnya dalam kesehatan keluarga, serta kelompok kerja yang akan mengadakan Diabetes Camp untuk sarana pelatihan para penyintas dan pemerhati diabetes.
Berbagai upaya yang nantinya sudah dijalankan akan dibawa dan dipertunjukkan pada International Diabetes Federation Congress- West Pacific Region di Kyoto, Jepang pada 20-23 Juli 2023.
Hal ini, katanya, tentunya akan menunjukkan eksistensi dan pemenuhan tanggung jawab Indonesia untuk berkontribusi pada kesehatan dunia, khususnya diabetes secara nasional dan juga regional. “Pada akhirnya, semua gelombang gerakan tanpa surut ini berniat mulia untuk mendukung perubahan budaya hidup agar tercipta masyarakat Indonesia yang sehat dan produktif,” jelasnya. (ahmad)
