Willy menjelaskan, masalah yang kerap dialami para sopir di jalan raya, misalnya pecah ban. Menurutnya, mereka harus mengantisipasi kejadian itu agar jangan sampai terjadi, salah satunya dengan mengecek angin ban sebelum beroperasi.
“Truk kerap mengalami pecah ban di jalan. Kami beri kompresor untuk pengisian angin pada ban sebelum sopir truk berkendara,” kata Willy.
Selain itu, sopir mengeluhkan engsel bak truk yang kerap patah sehingga dapat membahayakan pengendara lain di belakangnya. Kemudian pintu dan bodi truk yang bolong atau retak.

“Kami juga berikan mesin las. Memang engsel bak truk kerap patah, pintu bolong sehingga membahayakan mereka saat berkendara. Itu yang melandasi kami untuk menggelar acara ini,” ungkapnya.
Selanjutnya, Willy menekankan pentingnya pemakaian rompi safety car bagi sopir truk. Hal itu sebagai penanda ketika malam hari sewaktu-waktu terjadi masalah di jalan raya.
“Ketika truknya mogok saat malam hari di pinggir jalan, banyak sopir tidak memakai rompi safety car sehingga tidak terlihat oleh pengendara lain. Nah, dengan pemberian rompi ini mereka akan terlihat saat tersorot lampu, menghindari mereka ditabrak,” ucapnya.

