Jika, ada negara yang ingin membantu negara lain dalam hal permodalan, bantulah dengan ikhlas tanpa mengharapakan imbalan apapun dari negara yang dibantunya tersebut, terlebih lagi melakukan intervensi terhadap kedaulatan modal (ekonomi) negara yang dibantunya. Indonesia jangan sampai didikte oleh kekuatan pemodal asing, Indonesia harus berdikari (berdiri di atas kaki sendiri).
Sukarno, di dalam pikirannya, merumuskan sebuah wacana bahwa gerak adalah sumber dari kehidupan dan gerak yang dibutuhkan dunia ini bergantung kepada energi. Siapa yang menguasai energi, dialah sang pemenang. Berangkat dari pemikirannya tersebut, Sukarno berprinsip bahwa energi minyak yang terkandung di dalam perut bumi nusantara, harus dikuasai oleh bangsa Indonesia, haram hukumnya untuk dikuasai oleh negara asing.
Apa yang dikatakan oleh Sukarno sebaga wacana “kedaulatan modal” tersebut sebenarnya kontradiktif, karena di satu sisi Sukarno menolak modal asing, namun di sisi lain, ia tetap memberikan restu atas beroperasinya perusahaan migas dari Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang di Indonesia.
