Invertebrata laut Mediterania ini menghasilkan suara dengan cara mengayunkan capit tangan terdepannya yang relatif besar. Dari suara hentakan dua capit yang bersatu tersebut akan menimbulkan semburan air dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dari sini terciptalah gelembung udara.
Gelembung udara inilah yang kemudian meledak dengan kekuatan yang luar biasa sehingga menciptakan gelombang kejut dan menimbulkan suara. Hasilnya, tidak hanya membunuh udang lain dalam radius 6,5 kaki (2 meter) tetapi juga tercatat menghasilkan suara lebih dari dari 200 desibel! Itu lebih keras dari suara tembakan.
- Paus Biru – 188 Desibel
Dengan panjang tubuh 33 meter dan berat 200 ton, paus biru adalah hewan terbesar di dunia. Dengan apa yang dimilikinya mungkin tidak mengherankan bahwa ia dapat membuat salah satu suara paling keras di dunia. Mamalia air yang luar biasa ini bersiul satu sama lain dengan volume memuncak pada 188 desibel.
Dalam kondisi optimal, seruan luar biasa ini, melampaui volume mesin jet dan dapat terdengar hingga jarak 1.600 kilometer. Syukurlah, air meredam proyeksi ini ke titik di mana manusia dapat mendengarkan suara ikan paus untuk menenangkan saraf kita, sehingga tidak tuli.
- Kelelawar Greater Bulldog – 140 Desibel
Kelelawar greater bulldog berasal dari Karibia Amerika Tengah. Mamalia malam ini dapat mengeluarkan suara yang lebih keras daripada gergaji mesin yaitu, 140 desibel. Syukurlah, kita sekali lagi terhindar dari suara yang berpotensi menyakitkan gendang telinga karena berada di luar jangkauan pendengaran manusia.
