“Tidak ada Kejurnas yang pesertanya 1.500 lebih. Semoga Kejurnas yang diikuti banyak peserta ini membantu PB.Percasi dalam memilih atlet-atlet terbaik Indonesia yang akan meraih prestasi yang membanggakan,” kata Marciano.
KONI Pusat sangat mendukung pembinaan atlet yang dilakukan Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB.Percasi). Terlebih PB.Percasi memberikan perhatian terhadap atlet-atlet usia dini. Diyakini bahwa atlet berprestasi masa depan ada pada Kejurnas kali ini. “Juara-juara dunia ini ada, duduk diantara kita,” ujarnya.
Dia menambahkan, catur merupakan cabang olahraga yang berdampak pada kemampuan sumber daya manusia (SDM) karena memerlukan pikiran yang baik. Oleh karenanya, prestasi catur bisa mencerminkan kualitas SDM suatu bangsa.
“Catur ini betul-betul olahraga yang prestisius karena prestasi catur bisa membuat orang berpikir, rata-rata di Indonesia berapa tingkat inteligensianya,” jelas Marciano.

Hal senada dikatakan Ketum PB.Percasi GM.Utut Adianto Wahyuwidayat.Dia mengungkapkan bahwa catur berkembang dengan baik di Indonesia. Ia sampaikan Kejurnas pertama di Tegal, 75 tahun lalu hanya diikuti 16 peserta.

