Mereka sengaja membuat situs game palsu yang membangkitkan minat anak-anak untuk mengikuti halaman phishing dan mengunduh file berbahaya, dengan tujuan menjangkau perangkat para orang tua.
Kemudian, sebanyak 232.735 pemain menemukan hampir 40 ribu file, termasuk malware dan aplikasi yang berpotensi berbahaya dan disamarkan sebagai game anak-anak paling populer.
Mengingat anak-anak di usia ini kebanyakan tidak memiliki komputer sendiri dan bermain dari perangkat orang tua, maka ancaman yang disebarkan kemungkinan besar ditujukan untuk mendapatkan data kartu kredit dan kredensial orang tua.
Pada periode yang sama, hampir 40 ribu pengguna mencoba mengunduh file berbahaya, yang meniru Roblox, meningkat 14 persen dibandingkan dengan 33 ribu gamer yang diserang pada tahun 2021. Di Indonesia, pengguna yang terkena dampak mencapai 1.279 dengan 11.294 kasus infeksi terdeteksi selama tahun 2022.
Temuan lainnya dalam laporan tersebut adalah Minecraft dan Roblox jadi judul gim paling populer yang dieksploitasi oleh penjahat dunia maya. Kemudian, Poppy Playtime dan Toca Life World yang dirancang untuk anak usia 3-8 tahun menempati peringkat game anak-anak teratas menurut jumlah pengguna yang diserang.
