Para penjajah menggunakan nativisasi sebagai cara untuk meredam perlawanan sekaligus menghancurkan keyakinan umat terhadap Islam itu sendiri. Di Mesir, Napoleon Bonaparte menggali sisa-sisa kejayaan Fir’aun (Mesir kuno) dan memopulerkannya kembali kepada masyarakat.
Di India, Inggris menginvestigasi kejayaan India sebelum era Islam dan menghembuskan bahwa Islam melakukan penjajahan atas mereka. Dengan keterbatasan media saat itu, info sejenis mudah berhembus dan terjadilah perlawanan terhadap Kesultanan Mughal.
Di masa-masa ini, Inggris mengirim Thomas Stamford Raffles, seorang megalomania yang diutus untuk memimpin Jawa. Raffles melihat, bahwa strategi penaklukan Jawa yang sebelumnya dilakukan oleh Daendels, sangat tidak efektif. Melalui pemaksaan kebijakan, Daendels memaksa rakyat membangun Pelabuhan di Ujungkulon, membakar Istana Surosowan milik Kesultanan Banten, membuang Sultan, hingga memerintahkan pembangunan Jalan Raya Pos yang membentang dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1000 KM.
