Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Malam Lebaran Puncak Hujan Meteor Lyrid, Yuk Simak Cara Mengamatinya
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Index berita > Malam Lebaran Puncak Hujan Meteor Lyrid, Yuk Simak Cara Mengamatinya
Index beritaNewsTekno/Science

Malam Lebaran Puncak Hujan Meteor Lyrid, Yuk Simak Cara Mengamatinya

Yudha
Yudha Published 22 Apr 2023, 09:37
Share
1 Min Read
meteor
Ilustrasi
SHARE

IPOL.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi puncak hujan meteor Lyrid berlangsung pada 22-23 April 2023.

“Hujan meteor ini dapat disaksikan sejak 22 April pukul 22.30 di arah timur laut, berkulminasi di utara pukul 04.00, dan memudar di arah barat laut seiring terbitnya Matahari,” ujar Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang seperti dikutip, Sabtu (22/4).

Lebih lanjut, kata Andi, intensitas di Indonesia untuk saat terjadinya puncak hujan meteor Lyrid ini bervariasi, yaitu antara 13-16 meteor per jamnya.

Untuk mengamati hujan meteor Lyrid itu, tentunya daerah harus berada di area yang tidak banyak terdapat polusi cahaya, juga didukung oleh cuaca di sekitar yang mendukung.

Baca Juga

Falcon Heavy Roket dari Space X. Foto: Spacex
Indonesia Kembangkan Propelan Roket Padat Berbasis HTPB demi Kemandirian Teknologi Antariksa
Telkom Dorong Inovasi AI Berkelanjutan Melalui AI Center of Excellence
Riset Sel Surya untuk Sumber Energi Alternatif Masa Depan

“Fase bulan saat hujan meteor tampak adalah fase sabit awal 8 persen di belahan langit utara dan terbenam pukul 19.30 di arah barat. Sedangkan, elongasi lunar sebesar 115 derajat, sehingga hujan meteor ini tidak terpengaruhi oleh intevesi cahaya bulan,” tutur Andi.

Adapun meteor Lyrid merupakan radian yang terletak di kontelasi Lyra. Sumber hujan meteor tersebut berasal dari komet C/1861 G1 (Thatcher).

12Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Meteor Lyrid, science
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article IOH indosat Program Donasi Ramadan Tersalurkan, Indosat: Semangat SATU Kebersamaan
Next Article Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: Puspenkum Kejaksaan Agung. Selama Ramadan, Kejaksaan RI Hentikan 228 Perkara Lewat Restorative Justice

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260513 WA0071
HeadlineOlahraga

AVC Men’s Volleyball Champions League 2026: Bhayangkara Presisi Hajar  Zhaiyk 3-1

Hukum
KPK Geledah Rumah Crazy Rich Asal Semarang, Diduga Terkait Korupsi di Ditjen Bea Cukai
13 May 2026, 16:15
Headline
Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat MPR Digugat ke PN Jakpus
13 May 2026, 13:45
Gaya hidup
SIAL Interfood Kembali Diselenggarakan di Indonesia Sebagai Bagian dari Jaringan SIAL Global
13 May 2026, 19:44
nofollow
Gebuk  Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Skywalke Lolos ke Semifinal AVC 2026
13 May 2026, 22:06
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?