IPOL.ID – Pembangunan ibu kota baru Nusantara(IKN) di Pulau Kalimantan membuat banyak aktivis lingkungan khawatir. Pasalnya, menurut mereka, pembangunan itu mengancam habitat fauna endemik di sana, termasuk monyet berhidung panjang yang terancam punah, lumba-lumba Irrawaddy, dan orangutan.
Pemerintah memang telah berjanji untuk melindungi satwa liar dan melakukan reboisasi besar-besaran di beberapa bagian ibu kota, yang telah dipasarkan kepada investor sebagai kota yang cerdas dan hijau itu.
Namun para pemerhati lingkungan mewaspadai pembangunan senilai USD32 miliar di area seluas hampir 260 ribu hektare, hampir empat kali ukuran Singapura itu, pasti akan berdampak signifikan pada lingkungan.
“Kekhawatiran terbesar kami adalah teluk Balikpapan akan berubah menjadi kolam raksasa, tempat limbah sisa dari kegiatan Nusantara,” kata Mappaselle Marie’wawoA, direktur kelompok lingkungan lokal Pokja Pesisir belum lama ini
Sekitar 400 hektare hutan bakau di sepanjang garis pantai teluk Balikpapan telah dibuka menurut perkiraan kelompok itu, untuk dijadikan pelabuhan batubara dan kilang minyak.
