Menurutnya, nanti akan ada tim yang bertanggung jawab untuk menghitung berapa jumlah perkiraan sampah yang dihasilkan oleh suatu kapal saat berlayar hingga kembali ke darat. Tim tersebut juga akan memastikan setiap kapal untuk membuang sampahnya di darat untuk memperketat pelestarian lingkungan.
Seperti diketahui, Labuan Bajo telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Untuk itu, Edistasius juga menyampaikan bahwa harapannya agar wisata premium berlayar dengan kapal Phinisi dapat menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam di pulau-pulau kecil yang ada di perairan Labuan Bajo.
Poin kedua adalah harapan Edistasius agar Kapal-kapal Phinisi dapat berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Manggarai Barat khususnya melalui pajak kapal.
“Kemudian, selama para investor di Labuan Bajo mengikuti peraturan daerah yang telah disepakati, dengan tujuan utama memakmurkan perekonomian masyarakat Manggarai Barat, maupun NTT dan Indonesia, saya siap memastikan setiap investasi di Labuan Bajo aman,” ungkap Edistasius.

