Binge Bar langsung menjadi populer di kalangan warga lokal. Banyak yang mengatakan, mereka merasa lega dapat duduk di bar tanpa risih karena memesan minuman yang tidak mengandung alkohol.
Lessel Malbon, seorang pengunjung bar itu mengatakan, “Saya berada di sini tiga atau empat kali seminggu. Orang-orang di sini sudah seperti keluarga saya sendiri. Anda kini tidak perlu merasa khawatir karena tidak mengonsumsi minuman keras.”
Sebuah hasil penelitian baru mulai menyatakan bahwa mengonsumsi alkohol bahkan dalam jumlah sedang saja berisiko terhadap kesehatan. Gigi Arandid, pemilik Binge Bar, sudah mengenal minuman beralkohol sejak usia muda.
“Minuman keras menjadi tempat pelarian bagi saya. Minuman itu diperkenalkan kepada saya sejak masih muda. Di Filipina, Anda dapat mengonsumsi minuman keras pada usia 16 tahun. Ingatan pertama saya tentang alkohol adalah ketika saya berusia empat tahun, saya diberi minuman itu untuk mencobanya.”
Bagi pengunjung bar yang menyukai atau yang tidak menyukai minuman beralkohol, bersosialisasi dapat menjadi hal yang sulit. Bar semacam ini dapat menjadi tempat bermanfaat sebagai terapi untuk mengatasi masalah tersebut.
