Peserta workshop lainnya, Makrubi menambahkan. Malam itu dia sedang bersantai di desa, terdengar suara minta tolong dari arah pantai dan orang berlarian ke dataran tinggi, tapi dia justru berlari ke arah pantai.
“Saya lihat air laut, surut jauh tidak seperti biasanya. Saya dan pengurus masjid menghidupkan pengeras suara dan mengumumkan agar warga segera mengungsi ke dataran tinggi,” ungkapnya mencoba mengingat kembali.
Potret tersebut menunjukkan bahwa pada hakikatnya masyarakat paham untuk memberikan peringatan dan menyelamatkan diri saat terjadi bencana.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pemahaman masyarakat terkait risiko bencana dan tanda ancaman bahaya masih perlu ditingkatkan. Termasuk bagaimana masyarakat merespon peringatan bahaya dikeluarkan oleh instansi berwenang.
Peringatan itu harus diinterpretasi menjadi suatu aksi kesiapsiagaan hingga penyelamatan diri. Maka, tanpa adanya sistem peringatan dini bencana berbasis masyarakat menyeluruh, pemberian peringatan dini hingga evakuasi akan menjadi kurang efektif.
