Kemudian untuk anak-anak WNI penyintas perang Sudan, tim psikososial MDMC menyediakan area bermain di Asrama Haji Jakarta untuk proses trauma healing penanganan awal.
“Ini (WNI yang mengisi google form untuk diangnosa) hanya baru beberapa orang saja, enggak semua. Jadi kalau secara umum masih baik-baik saja, saat ini ya,” kata Nandhini.
Dia mengungkapkan, berdasar hasil pemeriksaan awal, para penyintas banyak menceritakan pengalaman mereka selama berada di posko pengungsian, proses perjalanan evakuasi.
Lebih jauh, terkait sejumlah WNI yang berada di Sudan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi cenderung memikirkan bagaimana nasib mereka setelah perang Sudan terjadi.
“Mahasiswa-mahasiswa lebih banyak khawatir kelanjutan studi mereka seperti apa. Untuk yang (penyintas) dewasa kini ingin ada sesi khusus (terapi),” ungkap Nandhini.
Dia mengatakan, penanganan psikologis diberikan tim psikososial MDMC tidak hanya di Asrama Haji Jakarta saja, melainkan hingga mereka dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing.
