Meskipun film ini dianggap bagus, namun tentu saja bukan tanpa kekurangan. Hal itulah yang mendorong SPI untuk tidak hanya mengadakan acara nobar, melainkan juga sekaligus bedah filmnya.
“Tidak ada karya manusia yang tanpa kekurangan. Tapi justru demi mendukung kesuksesan film ini, SPI mengadakan bedah filmnya juga. Mudah-mudahan, apa yang kami lakukan ini dapat menggenapkan segala kekurangan yang ada, sehingga umat Muslim lebih mengenal sosok dan pemikiran Buya Hamka yang sesungguhnya,” tandas salah seorang aktivis gerakan #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) ini. (timur)
