Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Mantan Sipir Ini Benarkan Keterangan Tio Pakusadewo soal Dugaan Monopoli Bisnis di Penjara
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Mantan Sipir Ini Benarkan Keterangan Tio Pakusadewo soal Dugaan Monopoli Bisnis di Penjara
Headline

Mantan Sipir Ini Benarkan Keterangan Tio Pakusadewo soal Dugaan Monopoli Bisnis di Penjara

Farih
Farih Published 08 May 2023, 20:14
Share
3 Min Read
c7344559 4b42 4a46 a595 46e56580a7b7
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Jakarta, Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id
SHARE

IPOL.ID – Ramai di media massa soal dugaan bisnis di rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang belakangan ini santer. Hal itu pun diungkap oleh mantan sipir di Jakarta, Senin (8/5).

Bahkan keterangan aktor Tio Pakusadewo terkait monopoli bisnis di Rutan dan Lapas yang dijalankan anak menteri juga dibenarkan mantan sipir di Jakarta itu.

Mantan sipir di Jakarta berinisial AB, 61, mengungkapkan bahwa seluruh keterangan Tio sebagaimana disampaikan dalam konten dengan Uya Kuya memang benar adanya di Rutan dan Lapas.

AB yang sudah malang melintang di Rutan dan Lapas, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan lain di Jakarta menjelaskan, dugaan monopoli bisnis anak menteri itu sudah berjalan lama.

“Awalnya di Lapas ada koperasi dijalankan pegawai. Tapi dimonopoli yayasan itu semua, alasannya ya pembinaan ke narapidana,” tutur AB pada awak media di kawasan Jakarta, Senin (8/5).

Menurutnya, ketika koperasi yang menjajakan makanan dan kebutuhan sehari-hari dijalankan para pegawai, seluruh keuntungan dibagi rata sebagai penghasilan tambahan.

Namun setelah koperasi tersebut diambil alih secara paksa diduga oleh yayasan anak menteri. Semua keuntungan diduga masuk ke kantong pribadi, sebaliknya para pegawai Rutan dan Lapas hanya dapat gigit jari.

“Ada pegawai yang lagi kredit mobil bak untuk usaha jualan sayur di Lapas. Tapi setelah ada yayasan mobil ditarik, enggak kuat bayar cicilan. Enggak ada pegawai berani melawan,” beber dia.

Lebih jauh, AB mengungkapkan, para pegawai di Rutan dan Lapas sebenarnya tidak suka dengan monopoli, karena mereka pun harus membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari di koperasi yayasan tersebut.

Harga yang ditawarkan koperasi yayasan milik anak menteri dapat mencapai dua kali lipat dari harga normal di pasaran. Sehingga banyak pegawai keberatan bila harus membeli di sana.

“Rokok misalnya, bisa dua kali lipat. Dari harga Rp25 ribu jadi Rp50 ribu. Kopi Rp5 ribu, tapi gelas kecil. Barang dijual di yayasan macam-macam, makanan, minuman, hingga alat mandi,” tukasnya.

Soal kualitas barang dijual, AB mengungkapkan kembali, air minum kemasan yang dijajakan sangat buruk karena merupakan air tanah disuling sehingga hasilnya kadang bagus namun tak jarang buruk.

Menurutnya, hanya warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang memiliki kantong cekak memilih beli di sana, sedangkan WBP berduit seperti kasus tindak pidana korupsi tidak membeli.

“Kalau napi korupsi ya beli dari luar sendiri, mana mau mereka minum air begitu. Intinya di dalam kalau ada duit ya aman, kalau enggak ada terima nasib. Semua butuh duit,” ulas AB.

Sementara, awak media sudah berupaya mengonfirmasi kebenaran pernyataan AB kepada Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti.

Namun saat dikonfirmasi Rika balik bertanya terkait sosok narasumber yang memberi keterangan tanpa memberi tanggapan atas pernyataan AB kepada awak media.

“Info dari mana, siapa,” ujar Rika saat dikonfirmasi. (Joesvicar Iqbal)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: bisnis rutan, sipir, Tio Pakusadewo
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article a78829b4 2106 4cf2 b27c 503af7b9247c LPEB Apresiasi Support Pj Gubernur pada Ekonomi Warga Betawi di DKI
Next Article 821cd793 d31b 490f 9153 e59bb3934a8a Kejagung Periksa Dua Direktur Perusahaan Terkait Korupsi BTS Kemenkominfo

TERPOPULER

TERPOPULER
Eks Bupati Kutai Kertanegara, Rita Widyasari. Foto: X @andikamalreza
HeadlineHukum

Rita Widyasari Buka Suara: Saya Hanya Minta Keadilan!

Jabodetabek
Persiapkan Generasi untuk Hadapi Tantangan Masa Depan, MA Insan Cendekia Nusantara Bernilai Keislaman dan Budaya Hadir di Purwakarta
06 Jun 2026, 20:05
HeadlineOlahraga
Marc Marquez Pemenang Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 
06 Jun 2026, 21:14
Ekonomi
Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Dorong Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pengusaha UMKM hingga April 2026
07 Jun 2026, 10:20
Jabodetabek
Petugas Damkar Tertimpa Tiang Beton Bongkaran Gedung Lama DLH dalam Penanganan Medis
06 Jun 2026, 21:03
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?