Seiring perkembangan telekomunikasi yang pesat, Jawatan PTT yang mengelola operasional pos, telegraf, dan telepon turut mengembangkan bisnisnya dengan melakukan beberapa kali perubahan nama dan pemisahan bisnis. Pada 1965, berdasarkan PP No. 30 tanggal 6 Juli 1965 dilakukan pemisahan industri pos dan telekomunikasi dalam PN Postel, PN Pos dan Giro, serta PN Telekomunikasi. Melalui pemisahan ini, setiap perusahaan dapat fokus untuk mengelola portofolio bisnisnya masing-masing. Terbentuknya PN Telekomunikasi ini menjadi cikal-bakal Telkom saat ini.
Keberadaan Telkom sebagai perusahaan plat merah sekaligus perusahaan telekomunikasi digital terbesar di Indonesia sendiri tidak dapat dilepaskan dari bagian perkembangan telekomunikasi di Indonesia. Telkom telah melalui berbagai fase teknologi telekomunikasi yang turut berpengaruh pada perkembangan telekomunikasi di Indonesia. Mulai dari perluasan fixed wireline, sambungan jarak jauh dan internasional (SLJJ/SLI), peluncuran satelit palapa, telekomunikasi selular, hingga teknologi GSM (Global System for Mobile Communications).
