Sehingga, warga yang hadir juga mendapatkan ilmu bagaimana cara memanfaatkan sampah yang bisa dikelola dari bank sampah.
“Setelah kita simulasi praktik suasananya menjadi lebih hidup. Jadi semua peserta bisa ikut serta dan antusias mengikuti bimtek itu. Saya harapkan pulang dari sini mereka dapat ilmu dan menggiatkan bank sampah di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan itu tak hanya berfokus terhadap pengurangan sampah dari sumbernya. Tetapi bank sampah juga bisa menjadi sarana edukasi dan pengembangan bisnis memiliki nilai lebih.
“Jadi sebenarnya bank sampah itu kan salah satu solusi mengurangi sampah dari sumber. Dimulai dari pemilahan, namun sampah yang dipilah juga bisa dimanfaatkan dan diolah agar bisa kembali mensejatahterakan masyarakat,” imbuhnya.
“Saya harap dengan adanya kegiatan ini tingkat kesadaran masyarakat Johar Baru dalam pengelolaan sampah semakin tinggi dan bijak dalam mengelola sampahnya masing-masing,” harapnya.
Sementara itu, Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Johar Baru, Hasudungan Panjaitan menambahkan, saat ini sebanyak 40 RW di Kecamatan Johar Baru sudah memiliki bank sampah. Namun, karena pandemi Covid-19 ada sebagian kurang aktif.
