“Jadi kita juga berkolaborasi antara bank sampah RW, bank sampah sekolah, dan pegiat lingkungan. Saat ini, di Kecamatan Johar Baru semua RW sudah memiliki bank sampah. Namun, karena Covid kemarin ada sebagian kurang aktif makanya akan kita coba aktifkan kembali,” tuturnya.
“Saat ini kita sudah hampir mencapai 50 persen. Mudah-mudahan di tahun ini kita data dan tingkatkan terus. Kita akan aktifkan kembali rumah memilah sehingga dapat mencapai target yang ditentukan pemerintah,” tambahnya.
Hasudungan berharap, bimtek itu bisa bermanfaat bagi masyarakat dan warga Johar Baru agar bisa lebih berkreasi membuat hasil-hasil kerajinan yang bisa diolah dari bank sampah.
“Selama ini memang sudah ada beberapa kita buat seperti di Kantor Satpel LH Johar Baru ada vas bunga, bunga dari sampah plastik. Dengan adanya bimtek kita harap bisa bermanfaat bagi warga Johar Baru sehingga dapat lebih berkreasi dan berkembang lagi,” pungkas dia. (Joesvicar Iqbal)
