“Sebenarnya, jujur, paling susah itu kemarin (Sabtu) dimana harus bermain dua kali karena sebelumnya harus tertunda karena hujan. Yang pertama, saya main satu setengah jam. Yang kedua, saya main sekitar tiga jam setengah. Jadi, untuk recovery dalam dua belas jam itu tidak mudah. Tadi malam, sudah saya coba yang terbaik. Tapi, ya, sayangnya, belum bisa pulih seratus persen,” tutur alumni Princeton University (AS).
Pada set kedua, tunggal terbaik pkedua Indonesia itu sempat tertinggal, 0-5. Apalagi, pada pertengahan set, ia mengerang kesakitan pada pinggul, kambuh dari semifinal kemarin. Namun Justin masih sanggup mematahkan match point lawan hingga dua kali.
Sarjana Ekonomi itu membukukan break untuk poin kedua usai mempertahankan servis. Sebuah forehand return servis yang tak mampu melewati net mengakhiri perjuangan Justin, kalah di set keduat, 3-6.
Atas raihan ini, Justin memberikan kredit kepada keluarga serta pelatihnya. Pemilik delapan gelar juara ganda seri ITF itu tidak menyangka sanggup mengembalikan performanya setelah rehat dari lapangan tenis karena kesibukan kerja usai merampungkan kuliah
