Adian menceritakan bahwa, “Di Nasi Uduk Surabaya, saya lebih fokus untuk merencanakan strategi manajemen bisnis secara keseluruhan, melakukan negosiasi dengan mitra bisnis dan melayani para ojek online. Sedangkan Pricil lebih fokus untuk menjaga kualitas rasa makanan, menangani karyawan, dan mengatur laporan keuangan. Tugas utama tersebut kami bagi berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman dan keterampilan kami masing-masing.”
- Pahami kebutuhan pasar, maksimalkan platform digital
Saat ini, masyarakat tidak dapat terlepas dari kemudahan layanan digital untuk membantu kehidupan mereka sehari-hari. Para pelaku usaha juga seolah dituntut untuk selalu up-to-date dengan perkembangan layanan digital. Dalam usaha kuliner sendiri, media sosial dan layanan pesan antar makanan adalah dua platform digital utama yang harus dimaksimalkan penggunaannya.
“Kehadiran layanan pesan antar makanan seperti ShopeeFood kini bisa membantu para pelaku usaha mulai berjualan dengan modal yang lebih minim, karena mereka bisa hanya memanfaatkan dapur rumah. Jualan online lewat ShopeeFood juga dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan pemasaran. Untuk meningkatkan transaksi, kami juga aktif mengikuti kampanye ShopeeFood seperti Tanggal Kembar, Pay Day, Menu Diskon, dan masih banyak lagi. Hal tersebut terbukti efektif dimana hampir 50% dari total penjualan kami berasal dari ShopeeFood. Selain itu, kami juga berusaha meningkatkan awareness usaha kami dengan membuat konten-konten menarik dan inspiratif di TikTok,” tambah Adian.
- Jaga profesionalitas, buat batasan uang pribadi dan bisnis
Uang adalah hal yang sangat sensitif bagi setiap orang, tak terkecuali dengan pasangan. Untuk tetap menjaga profesionalitas, buat batasan yang jelas untuk uang pribadi dan bisnis. Bagi keuntungan yang adil sesuai dengan tanggung jawab dan peran masing-masing. Buat juga laporan keuangan yang transparan untuk memantau perkembangan usaha kalian bersama-sama.

