“Dari segi manajemen pemerintahan adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Dari segi sosial untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Dari segi ekonomi pembangunan adalah untuk melancarkan pelaksanaan program pembangunan guna tercapainya kesejahteraan rakyat,” tuturnya.
Menambahkan Utang, narasumber berikutnya Guru Besar Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Eko Priyo Purnomo menyampaikan, otonomi daerah merupakan kemampuan suatu daerah atau masyarakat untuk memerintah secara mandiri dalam entitas politik yang lebih besar. Itu diberikan kepada daerah tertentu berdasarkan karakteristik budaya, sejarah, dan geografis mereka yang unik.
“Prinsipnya adalah otonomi memastikan bahwa daerah itu punya kemampuan menyelesaikan problemnya berdasarkan potensinya kemudian memastikan potensi itu juga tadi, achieve (menggapai), kesejahteraan kepada masyarakat,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketua Umum (Ketum) MIPI Bahtiar mengatakan, tema terkait masa depan otonomi daerah ini memang dipersiapkan untuk dihadirkan dalam beberapa sesi dengan para narasumber ilmuwan dari kampus-kampus di Indonesia. Apalagi pemerintah mencita-citakan pada tahun 2045 bisa menjadi Indonesia Emas. Pemerintah Indonesia diharapkan bisa menjadi negara maju di dunia.

