“Tugu Perjuangan Pekalongan ini dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang, serta untuk mengenang nilai-nilai perjuangan rakyat Pekalongan dalam pertempuran melawan penjajah pada tanggal 3 Oktober 1945. Pertempuran yang telah mengakibatkan 37 pejuang gugur, dan 12 lainnya mengalami kecacatan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dudung berpendapat bahwa Tugu Perjuangan Pekalongan ini merupakan wahana yang sangat baik untuk mengedukasi generasi penerus bangsa, agar dapat mewarisi nilai-nilai perjuangan bangsa.
Pada kegiatan tersebut, Kasad yang didampingi pejabat utama TNI AD, Pangdam IV/Diponegoro, Kasdam IV/Diponegoro, Danrem 071/Wijayakusuma, Walikota Pekalongan, beserta masyarakat Pekalongan dan sekitarnya, menyaksikan berbagai pertunjukan dan atraksi. Antara lain display drumband personel Yonif Raider 400, terjun payung free fall oleh 18 personel TNI-Polri, serta pertunjukan drama kolosal.(Yudha Krastawan)
