Dia katakan bahwa Indonesia memiliki teh yang berkualitas bagus. Bahkan teh yang ada di Kerajaan Inggris yang dipimpin oleh Raja Charles III adalah teh dari Indonesia.
Kemudian pada kuliner, Sandiaga melihat makanan Indonesia di Makkah dan wilayah sekitarnya masih minim, maka dirinya ingin mendorong para santri untuk kearah (bisnis) itu.
Dia menambahkan, pihaknya juga selama ini melakukan pelatihan digital preneur Indonesia, termasuk ke para santri di ponpes-ponpes, tak terkecuali di Ponpes Miftahul Ulum Jakarta agar para santri bisa mandiri.
“Kita memberikan pelatihan pada para santri dan aktivis wirausaha untuk membuka peluang usaha untuk bisa menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru dengan peluang-peluang di bidang kuliner, teh, kopi, maupun penerbitan buku dan beberapa pelatihan lainnya”.
“Kita akan terus gelorakan semangat santri ini, karena Islam rahmatanlilalamin ini bisa membuka kesempatan dan keberkahan bagi para santri dalam membangun negeri,” ujar Sandiaga.
Turut hadir dalam kegiatan itu pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Jakarta, para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN), para santri, santriwati dan ustaz serta tokoh masyarakat setempat. (Joesvicar Iqbal/msb)
