Namun tidak ada niatan para pedagang dan pengepul untuk datang ke RPHU Rawa Terate dan RPHU Rawa Kepiting yang dikelola Dinas KPKP DKI Jakarta, karena edaran sebatas ajakan.
Hingga akhirnya ada sindiran diduga dari pengusaha di RPHU Rawa Kepiting yang menyindir aksi protes mereka melalui status WhatsApp, sehingga menyulut emosi massa.
“Tapi karena ada perkembangan kita diledek. Ada unggahan (status WhatsApp) ‘ngapain lo libur-libur, bahkan kita masuk (ayam) banyak. Otomatis pengepul kan marah, pengepul ya,” beber Rumanto.
Nah, karena kesal aksi protes mereka diledek, Paguyuban Pengecer Ayam Pulogadung dan sejumlah pengepul ayam di Pulogadung kemudian datang ke RPHU Rawa Terate dan RPHU Rawa Kepiting.
Ketika datang di RPHU Rawa Terate tidak terjadi masalah, Paguyuban Pengecer Ayam Pulogadung diterima dan melakukan dialog terkait ajakan protes mahalnya harga ayam.
Hasilnya pihak RPHU Rawa Terate setuju agar sementara tidak ada ayam dari peternak yang masuk ke RPHU selama rentan Selasa (27/6) pukul 18.00 WIB hingga Rabu (28/6) pukul 03.00 WIB.
