“Jadi sistem ini memudahkan calon nasabah dapat membuka rekening tanpa harus datang ke Kantor Cabang Bank Jatim. Inovasi seperti ini yang harus terus dilakukan sebagai bagian dari transformasi digital perbankan,” katanya.
Menurutnya, selain terus berinovasi secara digital, Bank Jatim sebagai BPD juga harus mampu mendorong UMKM Jatim naik kelas dengan memberikan support bahwa ekspor itu mudah.
Untuk itu, ia mengapresisi program Desa Pendulum Devisa dari Bank Jatim. Dimana Bank Jatim melakukan pendampingan proses pengembangan usaha dari hulu ke hilir. Sehingga nantinya desa-desa binaan Bank Jatim dapat melakukan ekspor secara mandiri.
“Kemarin saya melepas ekspor rumput laut dari Sidoarjo ke Australia sebesar Rp. 150 juta. Bukan soal nominalnya, tapi bagaimana semangat para pelaku UMKM yang harus kita dorong bersama. Bahwa ekspor itu mudah. Maka program desa pendulum devisa ini sangat penting untuk meyakinkan bahwa market sangat luas, ekspor itu mudah,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah juga mengajak Bank Jatim sebagai mitra OJK terus meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat, terutama generasi muda. Salah satunya dengan menggaungkan gerakan menabung, seperti program One Student One Account (OSOA) atau Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang merupakan kerjasama antara Bank Jatim dengan OJK.
