Sejak saat itu, keberadaan Prigozhin menjadi misteri. Sebagian pihak menganggap nyawa Prigozhin tak akan aman karena Presiden Vladimir Putin tidak pernah kenal ampun terhadap para pembangkang.
Setelah sekitar dua bulan menghilang, Prigozhin untuk pertama kalinya muncul di video yang disebar pada Senin lalu.
Dalam rekaman tersebut, Prigozhin diduga sedang berada di Afrika. Prigozhin terlihat berdiri di tengah kawasan gurun sembari menenteng senjata di tangannya.
“Suhu [di sini] mencapai 50 derajat lebih. Semuanya seperti yang kami sukai. Wagner Group membuat Rusia lebih besar di semua benua, dan membuat Afrika lebih bebas,” kata Prigozhin, seperti dikutip Reuters.
Dua hari kemudian, Prigozhin diduga tewas dalam kecelakaan pesawat di Tver, Rusia. Pesawat yang ia tumpangi jatuh dalam perjalanan dari Moskow ke Saint Petersburg.
Pihak berwenang Rusia masih menyelidiki penyebab kecelakaan, tapi sejumlah spekulasi yang mencuat menyebut Putin sebagai dalang di balik insiden ini. (bam)
