“Oleh karena itu, untuk menghindari konflik di dalam rumah, sebaiknya dibicarakan bersama untuk mencari solusinya. Orang tua mendengar masukan dari anak dan anakpun harus mematuhi orang tua. Orang tua menjadi model atau panutan di rumah sehingga anak bisa meniru dan melakukan apa yang dilihat. Serta anak dapat memahami apa yang dikomunikasikan orang tua,” ujar Prof. Chontina.
“Supaya tercipta keharmonisan keluarga, harus ada perhatian dari orang tua dengan berinteraksi setiap saat, saling memberi solusi, menghormati privasi dan pemberian apresiasi,” tambahnya.

Peserta kegiatan ini sangat antusias dalam tanya jawab yang dimoderatori oleh Elferida Sormin, M.Pd (Dosen Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UKI) dengan fasilitator Formas Juitan Lase, M.I.Kom (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fisipol UKI), Dewi Sulistyowati, M.Hum (Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin FKIP UKI), Siona Geraldine (mahasiswa Ilmu Komunikasi) dan Van Vollenhoven (mahasiswa Ilmu Politik). Kegiatan ini ditutup dengan pemberian tanda kasih, doa penutup dan foto bersama.(Msb/Irma Supena)
