Memaksakan dua poros, kata Ray, menjadi berlebihan mengingat pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar belum terlihat potensial memenangi pilpres. Maka pasangan dengan akronim Amin tak perlu dilawan dengan mengawinkan dua kelompok kekuatan nasionalis.
“Asumsi bahwa seolah-olah di luar ada kekuatan yang dapat mengancam kelompok nasionalis. Itu yang memang mulai dibangun, tapi saya kira narasi itu tidak terlalu kuat,” pungkasnya.(Sofian)
