IPOL.ID – Kenaikan harga beras hingga melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah berdampak besar pada pedagang Warung Tegal (Warteg). Jika terus menerus harga naik, maka pedagang bakal menaikkan harga menu.
Akibat kenaikan harga beras yang terjadi sejak akhir bulan Juli 2023 lalu, para pedagang Warteg kini terpaksa mengurangi porsi nasi untuk pembeli.
Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan, akibat kenaikan harga beras ini keuntungan para pedagang Warteg juga merosot.
“Turun kira-kira 3 sampai 5 persen. Karena modal belanja lebih banyak dan pembeli berkurang,” ujar Mukroni saat dikonfirmasi awak media di Jakarta Timur, Kamis (21/9).
Turunnya pendapatan para pedagang Warteg tersebut bukan hal kecil, karena tidak diketahui pasti kapan harga beras di pasaran dapat kembali normal.
Berdasar data infopangan.jakarta.go.id hingga siang ini saja harga beras jenis medium masih tercatat Rp11.903, padahal HET di Jakarta sebesar Rp10.900.
Pemerintah menargetkan harga beras akan turun dalam waktu dua hingga tiga pekan lagi, namun pedagang Warteg sudah bersiap bila hal itu tak terealisasi.

