“Tunggu perkembangannya. Kelihatannya bisa turun tapi lama, banyak spekulan yang enggak mau rugi kalau beras cepat turun,” katanya.
Mukroni menuturkan, para pedagang Warteg sudah mempersiapkan sejumlah langkah untuk memastikan usaha mereka tetap bertahan di tengah mahalnya harga.
Selain mengurangi porsi untuk pembeli, para pedagang Warteg berupaya memastikan beras untuk keperluan berdagang digunakan secara efisien.
“Memastikan penggunaan beras lebih efisien dalam setiap hidangan. Misalnya, mengukur porsi beras dengan lebih teliti dan meminimalkan pemborosan,” tukasnya.
Para pedagang Warteg pun bakal menaikkan harga makan dan atau menu bila harga beras di pasaran yang naik sejak akhir Juli 2023 lalu tidak kunjung turun.
Mukroni menegaskan, rencana menaikkan harga menu itu jadi pilihan terakhir untuk mengurangi beban bila harga beras terus melonjak.
“Itu jalan satu-satunya. Beras sangat vital, kalau enggak ada ayam bisa diganti telur atau ikan. Kalau beras diganti jagung bisa (lebih) mahal,” ungkap Mukroni.

