Selanjutnya pada sesi yang kedua disampaikan tentang pentingnya partisipasi politik dalam mewujudkan demokrasi yang mewujudkan kedaulatan rakyat oleh Fransiskus X. Gian Tue Mali, M.Si selaku dosen ilmu politik, Universitas Kristen Indonesia.
“Tanpa adanya partisipasi maka hasil dari pemilihan umum tentunya tidak mencerminkan kehendak dan kepentingan rakyat, sehingga pemerintah yang terpilih akan cenderung otoriter dan koruptif. Maka setiap warga negara wajib dan berhak untuk berpartisipasi, minimal dalam memilih, dan juga mengawasi jalannya pemilu” ujarnya.
Kegiatan pendidikan politik ini ditutup dengan sesi terakhir yaitu simulasi pemilihan umum yang dipandu oleh Indah Novitasari, S.Sos., M.Si (Han) selaku Dosen Ipol UKI dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) UKI. Dalam sesi ini dijelaskan hal-hal yang harus diperhatikan oleh pemilih, seperti apakah pemilih sudah terdaftar di DPT, dokumen yang perlu dibawa saat ini memilih, jenis kertas suara, cara memilih di TPS hingga tips serta trick sebelum pemilu berlangsung seperti mencari informasi sebanyak-banyak terkait kandidat yang akan bersaing pada kontenstasi politik. “Guna memudahkan pemilih, kami juga menyediakan handbook bagi pemilih pemula yang mudah untuk diakses dan dipelajari, dengan harapan gelaran politik menjadi hal yang asyik dan menarik bagi pemuda” ujar Indah.
