“Ini karena efek Pak Prabowo-Mas Gibran kian disukai pemilih muda. Jika tren ini tidak disukai, biasanya kalau orang tidak suka figurnya tidak mungkin semasif ini kira-kira begitu,” tuturnya.
Narasi gemoy bagi Anthony memberikan poin positif bagi Prabowo-Gibran dan itu terlihat dari berbagai rilis survei yang mana posisi Prabowo-Gibran unggul dibandingkan pasangan capres lainnya.
“Dengan gerakan yang ada dengan tren yang ada itu inline dengan hasil survei Prabowo Gibran yang kini leading di angka 39-42 persen, ada 45 bahkan sampai ada yang satu putaran,” katanya.
Lebih lanjut, Anthony melihat adanya pihak yang menyerang kampanye gemoy kemungkinan untuk menutupi kekurangan. Bahkan, bisa saja serangan itu dilakukan oleh pihak yang lupa dengan substansi dari gagasan ataupun ide kerja capres.
Anthony yang juga pakar digital itu juga menyarankan kepada relawan Prabowo-Gibran lebih fokus dan tidak melakukan serangan terhadap lawan politik. Selain merugikan tentu itu sudah keluar dari pesan Prabowo perihal kampanye santun dengan narasi positif.
