Sekelumit cerita Sejarah Kampung Malaumkarta diawali dari Penentuan pendapat rakyat (Pepera) yang diadakan pada tahun 1969 sebagai proses pemilihan umum untuk memilih, apakah rakyat Irian Barat memilih untuk merdeka atau bergabung dengan Indonesia.
Pada tahun itu, seluruh tokoh adat di Irian Barat dibawa ke Jakarta untuk bermusyawarah. Seluruh warga Kampung Brawijaya yang berasal dari Suku Moi menyambut kehadiran tokoh adat, sepulangnya dari Jakarta. Tidak lama setelah mendapat kabar bahwa Irian Barat bergabung dengan Indonesia, maka perlahan situasi mulai kondusif dan beberapa pasukan Kodam V/Brawijaya meninggalkan lokasi tersebut.
“Namun, penamaan Kampung Brawijaya bukanlah penamaan resmi. Hal itu pula yang menyebabkan masyarakat setempat harus memberikan nama kepada kampung yang dihuninya,” tambahnya. (Timur)
