“Karena dikirain di lantai dua aman, tapi ternyata lebih tinggi dari perkiraan. Jadi barang-barang saya hanyut semua. Ini banjir pertama lagi setelah empat bulan kemarau,” ungkap Sarinah.
Di permukiman warga RW 03, Kelurahan Cawang banjir luapan Ciliwung baru berangsur surut pada Minggu siang, namun hingga pukul 14.00 WIB ketinggian masih berkisar 1,5 meter.
Sekretaris RT 15/RW 03, Imron menambahkan, selain karena debit air kiriman dari Bogor dan Depok banjir luapan Ciliwung ini diperparah karena derasnya curah hujan melanda Jakarta.
“Jadi sudah air kiriman dari Bogor dan Depok ditambah lagi sama hujan lokal makannya sampai setinggi ini. Tapi sampai sekarang enggak ada warga yang mengungsi,” kata Imron.
Permukiman warga RW 03, Kelurahan Cawang sebenarnya termasuk wilayah yang terdampak proyek normalisasi Ciliwung karena sejumlah warga tinggal di dekat aliran.
Namun sejak wacana pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Ciliwung mencuat beberapa tahun lalu hingga kini pengerjaan urung terealisasi karena masalah anggaran.

