Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Dihipnotis Komplotan WNA, Uang Kakek Pensiunan PNS Rp69 Juta Raib di Jakarta Timur
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Kriminal > Dihipnotis Komplotan WNA, Uang Kakek Pensiunan PNS Rp69 Juta Raib di Jakarta Timur
Kriminal

Dihipnotis Komplotan WNA, Uang Kakek Pensiunan PNS Rp69 Juta Raib di Jakarta Timur

Farih
Farih Published 05 Dec 2023, 23:15
Share
5 Min Read
3e9b4125 8247 4080 89b0 9e3a4e09f6fc
Suasana lokasi kejadian komplotan Warga Negara Asing (WNA) menghipnotis korban kakek pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jalan Raya Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (5/12). Foto: Ist
SHARE

IPOL.ID – Seorang kakek warga Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur menjadi korban penipuan bermodus hipnotis. Tak ayal, korban kakek mengalami kerugian mencapai sekitar Rp69 juta.

Informasi yang dihimpun, korban Slamet, 69, merupakan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) menjadi korban komplotan pelaku hipnotis empat orang pria bermodus memberi sumbangan untuk duafa.

Anak korban, Dwi, 42, mengatakan, awal kejadian ayahnya yang baru pulang dari Puskesmas hendak membeli obat pada apotek di Jalan Raya Ciracas, Jumat (24/11).

“Kejadiannya sekitar jam 08.00 WIB. Pas bapak jalan kaki mau sampai apotek ada laki-laki dengan logat Brunei atau Singapura menepuk badan bapak saya,” ujar Dwi pada awak media di Ciracas, Selasa (5/12).

Saat itu, laki-laki yang secara fisik dan logat bicara merupakan Warga Negara Asing (WNA) menyatakan baru saja ditipu seorang perempuan dan hendak menuju Masjid Kubah Emas, Depok, Jawa Barat.

Menggunakan bahasa Indonesia yang masih kental dengan logat asing tersebut, pelaku menyatakan memiliki uang dolar dalam jumlah banyak dan hendak disumbangkan.

Saat percakapan pelaku WNA dengan Slamet, tiba-tiba datang seorang pria lain mengenakan topi atribut agama yang tak lain bagian dari komplotan penipu yang berpura-pura menolong.

Disusul dua pria lain menaiki mobil pribadi yang mengaku sebagai pegawai bagian penyaluran KUR dari satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di wilayah Kecamatan Ciracas.

“Pas ngobrol datang mobil, berhenti. Menegur pelaku yang pakai topi haji. Akhirnya ditawarkan masuk saja ke mobil. Bapak saya, orang Brunei, dan bapak topi haji masuk ke mobil,” beber Dwi.

Dwi menjelaskan, di dalam mobil pelaku mengenakan atribut agama mengaku memiliki uang sebanyak Rp40 juta dan bersedia ditukar dengan uang dolar milik pelaku WNA.

Sedangkan pelaku yang mengaku sebagai pegawai bank BUMN berpura-pura mengecek keaslian uang dari pelaku WNA menggunakan alat perbankan sehingga transaksi tampak asli.

“Dicek pakai alat, katanya dolar asli nih. Setelah proses itu bapak saya ditanya (sama pelaku WNA) ada uang enggak di rumah. Kata bapak saya ada, cash Rp20 juta di rumah,” katanya.

Layaknya orang sudah terhipnotis, Slamet tanpa curiga juga menjawab saat ditanya apakah dia memiliki uang di tabungan yang dapat ditukar dengan dolar milik pelaku WNA.

Mendengar jawaban Slamet, keempat pelaku lalu mengantar korban pulang ke rumah di kawasan Kelurahan Kelapa Dua Wetan untuk mengambil uang tunai dan buku tabungan.

Setelah mendapat uang Rp20 juta dan buku tabungan korban, para pelaku mengajak Slamet untuk pergi ke satu bank BUMN di wilayah Kecamatan Ciracas untuk melakukan penarikan uang.

“Tapi di situ (bank cabang di Ciracas) hanya bisa ambil Rp10 juta. Akhirnya enggak jadi (penarikan uang). Terus diarahkan pelaku ke bank (BUMN) cabang di kawasan Cibubur,” tukas Dwi.

Di bank tersebut, Slamet melakukan penarikan uang sebanyak Rp20 juta didampingi pelaku yang mengaku sebagai pegawai bank BUMN dan pelaku mengenakan atribut agama.

Setelah melakukan penarikan uang, para pelaku kembali mengajak korban ke cabang bank BUMN di wilayah Kecamatan Cimanggis, Kota Depok untuk menguras sisa Rp29 juta di tabungan Slamet.

“Di situ manager operasional bank sudah curiga. Manager bank tanya, bapak sudah lansia mengambil uang sebanyak ini buat apa. Tapi dijawab sama pelaku mengaku pegawai bank,” sambung Dwi.

Dwi menambahkan, pelaku mengaku pegawai bank BUMN yang mendampingi korban melakukan penarikan uang menyebut bahwa uang Rp29 juta untuk keperluan biaya pengobatan di rumah sakit.

Tak ayal Slamet yang sudah berada di bawah pengaruh hipnotis komplotan pelaku hanya diam, sehingga pegawai bank tetap melayani penarikan uang dari rekening korban.

“Setelah terambil Rp20 juta cash di rumah, Rp49 juta uang simpanan diserahkan. Sama pelaku Brunei ditukarlah uang sama 15 lembar dolar dalam amplop yang katanya isi Rp150 juta,” jelas Dwi.

Dwi mengatakan, saat menyerahkan amplop pelaku WNA meminta ayah tidak langsung membukanya sebelum para pelaku pergi, hal itu dituruti Slamet yang sudah terhipnotis.

Korban baru sadar kembali beberapa saat setelah diturunkan pelaku pada satu cabang bank di wilayah Cimanggis, Depok untuk menukarkan uang dolar dalam amplop.

“Kata petugas bank enggak bisa menukar dolar. Pas dibilang amplopnya coba dibuka ternyata isi uang mainan empat lembar, uang potongan 10 lembar. Di situ bapak saya mau pingsan,” ungkap dia.

Atas kejadian dialami ayahnya, Dwi sudah melaporkan kasus ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Metro Jakarta Timur pada 25 November 2023 dengan harapan pelaku tertangkap.

Menurutnya, jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur yang menangani kasus sudah mengamankan CCTV pada kantor cabang bank BUMN tempat Slamet melakukan penarikan uang.

“Laporan saya diterima dengan Pasal 378 KUHP (tentang penipuan). Habis laporan tim Jatanras datang ke rumah. Mudah-mudahan pelaku cepat tertangkap, takut ada lansia jadi korban lain,” harap Dwi. (Joesvicar Iqbal)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: hipnotis, PNS, WNA
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article afa50800 f6d6 4a7e a744 093ec1096d06 Pakar Hukum Nilai Mekanisme Ketua KPK Diganti Keliru
Next Article Proses evakuasi pendaki meninggal dunia dilakukan oleh tim gabungan pada Selasa (5/12). Tim gabungan terdiri dari unsur BASARNAS dan BPBD. Hingga hari ini, 5 korban meninggal berhasil dievakuasi. Foto: Tim gabungan penanganan darurat erupsi Gunung Marapi Gunung Marapi Menyembur Abu Vulkanik, Pemkab Agam Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Rumah

TERPOPULER

TERPOPULER
Emma Raducanu Akui  Janice Tjen Sempat  Merepotkannya di Babak Kedua US Open 2025.
HeadlineOlahraga

Jadwal Duel Janice Tjen vs Liudmila Samsonova di Babak Kedua Madrid Open 2026 

Ekonomi
MEG Dorong Kolaborasi Lingkungan dan UMKM dalam Peringatan Hari Bumi 2026 di Rempang
23 Apr 2026, 11:30
Jakarta Raya
Apresiasi Pergantian Ketua DPRD DKI, FPPJ Dorong Sinergi Nyata dengan Pemuda
23 Apr 2026, 10:35
Jakarta Raya
Legislator PKB Sebut Fungsi DPRD DKI Dinilai Melemah di Hadapan Eksekutif
23 Apr 2026, 12:06
HeadlineOlahraga
Popsivo Polwan Rebut Juara Tiga Proliga 2026, Usai Hajar Electric PLN Mobile di Leg Kedua
23 Apr 2026, 18:22
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?