Di survei akhir November 2023, popularitas Prabowo menyentuh angka 99.2%. Popularitas tinggi diiringi juga dengan angka kesukaan yang tinggi. Dalam survei di November dan Desember angka kesukaan Prabowo lebih dari 80%.
“Istilah Gemoy ikut membuat Prabowo semakin disukai”.
Kedua, Gibran semakin populer dan semakin disukai. Popularitas Gibran saat ini mencapai lebih dari 90%. Angka kesukaan terhadap Gibran juga stabil diatas 75%. Penampilan Gibran yang mengesankan di debat cawapres semakin memperkokoh ketokohan Gibran.
Ketiga, eksodus pemilih yang puas terhadap Joko Widodo (Jokowi) Presiden RI ke Prabowo-Gibran. Pada Mei 2023, pemilih puas Jokowi yang memilih Prabowo sebesar 30%. November-Desember pemilih puas Jokowi yang memilih Prabowo-Gibran di atas 40%. Di akhir Desember pemilih puas Jokowi yang memilih Prabowo-Gibran sebesar 47.7%.
Berkaca pada Pilpres 2009, dua bulan sebelum hari pencoblosan, Denny JA menyatakan secara massif bahwa pilpres akan berlangsung satu putaran saja ketika itu untuk kemenangan Presiden Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.
