Pernyataan Denny JA itu disebar tak hanya melalui konferensi pers, tapi juga di televisi, radio, surat kabar, dan berbagai event.
Seketika pernyataan ‘Satu putaran saja,’ itu memancing reaksi publik yang sangat heboh. Isu itu seolah menjadi ‘common enemy’ bagi yang bukan pendukung SBY- Boediono.
Namun akhirnya Pilpres 2009 benar-benar berlangsung satu putaran saja, untuk kemenangan SBY-Boediono.
Namun pada Pilpres 2024 apakah selesai satu putaran? Tapi siapa yang menang satu putaran? Prabowo-Gibran kah? Adjie menjelaskan, data di ujung Tahun 2023, masih di area abu-abu. Memang benar Prabowo-Gibran kini sudah mencapai elektabilitas 43.3 persen.
“Cukup tambahan 7 persen lagi untuk membuat Prabowo-Gibran menang satu putaran,” katanya.
LSI Denny JA menyatakan, di ujung 2023, sebelum hari pencoblosan, kemungkinan Prabowo menang satu putaran, di angka 50 : 50.
“Mungkin ya dan mungkin juga tidak, untuk pilpres selesai satu putaran saja,” ujarnya.
“Bisa dikatakan tambahan suara dibutuhkan Prabowo-Gibran untuk menang satu putaran (7%) lebih kecil dibandingkan tambahan suara Anies dan Ganjar untuk masuk ke putaran kedua (8% dan 10,4%),” tambahnya.
