“Pas saya sampai lokasi celurit itu gagang kayu sama celuritnya sudah lepas, ujung celurit sedikit bengkok. Celuritnya sekarang sudah dibawa, diamankan sama polisi,” ujarnya.
Masih dari keterangan saksi pemilik tambal ban, Anang menambahkan, sebelum kejadian antara kedua pelaku dengan korban juga tidak sempat terjadi cekcok apapun.
Pelaku tiba-tiba datang ke lokasi ketika korban sedang duduk beristirahat di depan kios tambal ban tiba-tiba membacok korban pada bagian dada sebelah kiri hingga luka berat.
“Langsung bacok begitu saja. Kalau dibilang geng motor juga saya rasa bukan, karena pelaku hanya berdua naik satu motor. Kalau geng motor kan minimal tiga motor lah,” tukasnya.
Anang menegaskan, jajaran Unit Reskrim Polsek Kramat Jati, Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, hingga Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah datang melakukan olah TKP.
Dari hasil olah TKP diamankan barang bukti rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, namun belum diketahui pasti apakah CCTV itu menyorot aksi pembunuhan.
