Kajian penelitian melalui pengembangan farmasitikal nanoenkapsulasi. Hal ini karena virus nya yang berukuran nano. Enkapsulasi molekul bioaktif nanodelivery ke dalam sistem untuk melindungi sementara, mengendalikan waktu dan laju pelepasan dalam target, di antaranya dengan liposom.
Penerapan teknik enkapsulasi biopolimer liposom mampu melindungi senyawa bioaktif terhadap tahanan kimia dan fisik, meningkatkan bioviabilitas, produk dengan kestabilan tinggi, dan mengendalikan pelepasan senyawa inti material pada target tujuan. Liposom telah banyak diterapkan sebagai bahan enkapsulasi obat-obatan dan nutrisi gizi dikarenakan stabilitas dan keamanannya.
Hasil penelitian ini juga telah menghasilkan 2 paten granted yaitu paten no IDP000089506, dengan invensi “Metode Pemisahan Theaflavin dari Daun Teh dengan menggunakan Membran Ultrafiltrasi”, dan paten no IDS000005812 degan invensi “Proses Ekstraksi Piperin dari Cabe Jawa melalui Air Subkritis”.
Namun demikian, kendala utama penggunaan nanoliposom terletak pada kecenderungan liposom berkumpul dan menyatu dengan liposom lainnya, atau zat yang terperangkap bocor, sehingga pengiriman obat tidak mencapai target. Setelah terpapar Covid 19 rentan terhadap faktor fisikokimia seperti perubahan kondisi, pH, dan suhu, menjadi tidak stabil. Oleh karenanya inovasi proses enkapsulasi dalam membran cair emulsi ganda nano liposom tubular sehingga ketika menggunakan obat ini bisa sampai ke target yang dituju,” imbuh Endy.
