Untuk mencapainya, lanjut Iin, perlu sinergi dan kolaborasi yang aktif seluruh perangkat daerah terutama kecamatan dan kelurahan tentang esensi penyediaan air bersih dan esensi pelestarian air tanah bagi masyarakat dan lingkungan.
“Ini bagian dari referensi wawasan bagi kita semuanya. Lurah dan camat agar lebih aktif dalam kejajaran bawah secara menyeluruh. Tujuannya jelas sebagai zona bebas air tanah, sehingga kualitas terjamin demi kesehatan dalam kehidupan,” imbuhnya.
Sementara, Direktur Pelayanan PAM Jaya, Syahrul Hasan mengungkapkan, pihaknya terus melakukan upaya percepatan pemenuhan pasokan air bersih perpipaan hingga mencapai target 100 persen pada 2030 mendatang.
Akan tetapi saat ini baru tercapai 65 persen. Hingga kini percepatan itu akan terus dikerjakan dengan perluasan jaringan pipa.
“Kita apresiasi tentunya dukungan Pemkot Jakarta Timur. Tentu ini penting dalam kesadaran atas manajemen pemerataan suplai air minum yang bersih dan sehat untuk pemenuhan kebutuhan hidup bersama,” tutup Hasan. (Joesvicar Iqbal)

