Namun karena ketiadaan biaya kondisi atap kelas untuk ruang belajar tersebut tidak bisa langsung diperbaiki, sehingga dari waktu ke waktu terus memburuk, hingga akhirnya roboh.
“Pertamanya bocor, awalnya bisa ditadangi. Tapi lama-lama besar sampai kewalahan ditadangi mengangkat (ember air). Kondisi ini sudah lama (tidak kokoh), sekitar tiga bulan lah,” ucapnya.
Setelah kejadian itu, Syamsudin menambahkan, ada sekitar 10 anggota penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) Kelurahan Kayu Manis yang membersihkan puing sisa material yang roboh.
Warga berharap pihak Pemkot Jakarta Timur dapat membantu perbaikan atap PAUD yang roboh agar kegiatan belajar untuk anak-anak di lingkungan RT 03/RW 05 dapat kembali berjalan.
“Siswa di PAUD ini kurang lebih ada 50. Belajarnya di lantai atas dan bawah. Siswanya ya dari warga sekitar sini. Ya harapannya bisa cepat-cepat diperbaiki Pak,” pungkas dia. (Joesvicar Iqbal)
