Para narasumber mengakui bahwa saat ini dunia media massa mendapat tantangan besar, terutama soal teknologi yang sudah banyak dipengaruhi artificial intelligence atau kecerdasan buatan. “Memang harus kita akui, ekspansi media sosial dan media online masif, tapi pemerintah terkait pers sudah membangun ekosistem dengan baik. Pemerintah senantiasa mendukung pers yang memberitakan berita secara berimbang, sekaligus menjadi kontrol dan menyuarakan kebutuhan masyarakat,” ungkap Marolli J. Indarto.
Sementara anggota Dewan Pers Sapto Anggoro menyebut tantangan terbesar insan pers saat ini adalah bertahan menghadapi derasnya arus teknologi. “Saya yang biasa mengurusi pendataan, melihat tantangan terbesarnya adalah memperkuat independensi pers. Kenyataannya, saat ini media yang terverifikasi masih sekitar 1800an media, tapi melihat jumlah tersebut, yang berkualitas tidak lebih 10 persen saja”, ungkapnya. “Kita juga menghadapi tantangan lain yaitu teknologi. Hari-hari ini tantangannya adalah menaklukkan AI. Sebab yang terpenting bagi media hanya satu, yaitu kredibilitas. Kalau tidak kredibel, habis. Ini tantangan kita bersama,” tambah Sapto.
