”Ini sangat penting, karena literasi dan kesadaran perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan tumbuk sejak dari usia anak sekolah. Saat anak-anak memasuki dunia kerja, maka secara otomatis mereka sudah mengerti dan mengetahui pentingnya program BPJS Keteangakerjaan,”ujar Deny.
“Lewat program jelajah jaminan sosial tersebut dan diharapkan para siswa nantinya dapat turut serta menyebarluaskan informasi yang telah didapatkan ke lingkungan sekitar, khususnya keluarga. Sehingga seluruh pekerja bisa bekerja tanpa rasa cemas karena seluruh risiko kerjanya akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. Ini juga sejalan dengan kampanye “Kerja Keras Bebas Cemas” yang merupakan kampanye brand BPJS Ketenagakerjaan. ,”imbuh Deny.
BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang mendapatkan amanah untuk melindungi seluruh pekerja Indonesia melalui 5 program yaitu, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Sebagai program strategis negara, tentu diperlukan upaya bersama untuk memastikan seluruh masyarakat pekerja terlindungi program ini agar terbentuk SDM yang unggul demi menyongsong Indonesia Emas di 2045,”
