Mengingat penggunaan petasan dapat membahayakan, baik melukai, merusak rumah warga, hingga mengakibatkan kebakaran sehingga peredarannya perlu diwaspadai.
“Apalagi ini kan bulan puasa, bulan yang baik buat kita semua khususnya warga muslim. Karena kemarin di Cipinang Pulo Maja juga awalnya serang-serangan menggunakan petasan,” ungkap Harto menyayangkan kejadian itu.
Harto pun meminta jajaran Satpol PP Jakarta Timur menindak peredaran minuman keras yang kerap dikonsumsi para remaja sebelum melakukan tawuran untuk meningkatkan nyali.
Merujuk hasil rembug warga dengan jajaran Polres Metro Jakarta Timur, banyak remaja pelaku tawuran yang saat diamankan dalam kondisi pengaruh alkohol.
“Anggota (polisi) banyak bilang kalau remaja yang tawuran itu pas diamankan mulutnya sudah bau alkohol. Ini kan harus ditindak juga peredarannya, jangan sampai dibeli anak-anak,” tukasnya.
Sebelumnya, kasus tawuran antar kelompok remaja pecah di wilayah Kelurahan Cipinang Besar Utara, Jatinegara, di Jalan Jenderal Basuki Rachmat pada Sabtu (9/3) sekitar jam 06.00 WIB.
