Pasar Kolpajung mengalami kebakaran pada tahun 2015 silam yang menghanguskan lebih dari 70 persen bangunan pasar. Pedagang kemudian menempati kios-kios semi permanen yang kurang layak.
Selanjutnya Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Ditjen Cipta Karya mendapat amanah merekonstruksi Pasar Kolpajung pada Mei 2023 dengan biaya APBN senilai Rp81,7 miliar. Adapun lingkup pekerjaanya meliputi pembangunan struktur, arsitektur, dan MEP (mekanikal elektrikal plumbing) bangun gedung pasar setinggi 2 lantai dengan luas bangunan 14.194 m2 di atas lahan seluas 18.530 m2.
Renovasi pasar juga mencakup sarana dan prasarana seperti jembatan penghubung, rumah genset, hidran, power house, gedung serbaguna, pos jaga, musola, dan ATM Center. Selain itu juga dilengkapi pengolahan limbah B3, papan informasi, pengolahan sampah, drainase, dan lansekap.
Renovasi Pasar Kolpajung dilaksanakan oleh kontraktor PT Adhi Persada Gedung dengan progres konstruksi per akhir Maret sebesar 61% dan ditargetkan tuntas Juni 2024. Bangunan utama Pasar Kolpajung terdiri dari 4 zona dengan kapasitas 1.213 pegangan (901 pedagang kering dan 274 pedagang basah).
