Oleh sebab itu, dia juga berpesan agar umat Islam tetap meneguhkan persatuan dan kesatuan. Di samping itu juga tetap mendoakan perdamaian pada negara-negara yang masih berkonflik.
Dalam forum yang sama, Yanuardi Syukur, sang penulis menyampaikan Krimea adalah negeri yang pernah dikuasai oleh Islam.
“Kehadiran Islam di Krimea telah memberikan banyak kontribusi khususnya secara evolusioner. Hal ini juga dapat dilihat dari peribahasa yang tumbuh di Tatar Krimea, kental dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.
Yanuardi mengungkapkan, penulisan buku ini diharapkan mampu membuka wawasan tentang khazanah Islam di Eropa Timur.
Selain itu, dia juga menyinggung bahwa masih terdapat hubungan sejarah antara Muslim Krimea dan Muslim di Indonesia. Karenanya, dengan membaca sejarah, diharapkan mampu semakin mempererat tali persaudaraan antardua negara.
Dalam kegiatan bedah buku ini turut hadir Dubes Bunyan Saptomo serta KH Saiful Bahri, Sekretaris Komisi Ukhuwah Islamiyah yang juga menyampaikan sambutan dan apresiasinya atas buku Islam di Krimea. (ahmad)
