Sejak akhir tahun 2023, Tresna bersama dengan mahasiswa program S3 bimbingannya, Ardy Lololau, Herry Purnomo dan Mustasyar telah menjalin kerja sama dengan pembudi daya rami di Jawa Barat di bawah asuhan Balai Besar Tekstil. Kolaborasi ini bertujuan untuk memproduksi serat rami menjadi benang dan fabric, memberdayakan petani lokal, dan meningkatkan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
Serat rami lokal ini kemudian dibawa ke Prancis untuk diteliti lebih lanjut di Composite Laboratory bersama Wakil Rektor Université Paris Nanterre, Olivier Polit dan Ketua Laboratory for Electronics, Mechanics, and Magnetics. Tresna, dilansir ui.ac.id, mengatakan Penemuan orisinil ini telah melewati serangkaian proses penelitian yang Panjang sejak tahun 2000. Kami terus melakukan uji coba dari berbagai aspek, mulai dari komposisi, peralatan, proses, temperatur, hingga berupaya mencapai versi prototipe terbaik. Prototipe Prepreg yang dikembangkan saat ini sudah mencapai versi Delta (𝛿).”
Guru Besar di bidang Perancangan Mekanikal & Konstruksi serta Applied Mechanics for Composite Materials ini turut menyampaikan bahwa pada tahap uji dengan beban multiaxial, prototipe ini menunjukkan hasil yang memuaskan dengan kekuatan sebesar 60-80 megapascal (MPa) pada 0° dan 20-40 MPa pada 90°. Lebih lanjut, tidak terdapat perbedaan signifikan antara serat rami impor dan serat rami lokal. Uji coba ini merupakan bagian dari usaha untuk menciptakan Prepreg RFR-PLA dengan proses manufaktur yang optimal, yakni kemudahan proses produksi dalam skala industri.
