“Kita pedagang juga keberatan, karena kan harus tetap bayar sewa lapak. Untuk pembeli ada komplain, ada yang tidak. Ada yang mengurangi jumlah belanja, ada tetap,” kata Yaya.
Menurut pedagang Pasar Induk Kramat Jati kenaikan harga bawang merah terjadi secara nasional karena adanya masalah suplai barang dari daerah-daerah penghasil ke pasaran.
Agen bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, David menjelaskan, pada tingkat pedagang di pasar tradisional lebih kecil harga bawang merah bahkan menyentuh Rp80 ribu per kilogram.
Karena Pasar Induk Kramat Jati merupakan sentra belanja bagi para pedagang di pasar-pasar tradisional, sehingga pada tingkat pedagang pengecer harganya lebih tinggi.
“Saya jual untuk pengecer di Pasar Induk Kramat Jati saja sudah Rp60 ribu. Di pasar-pasar lebih kecil bisa sampai Rp80 ribu per kilogram. Karena semua kan ngambil barang di sini,” tutup David. (Joesvicar Iqbal)
