“Warga yang dievakuasi terdiri dari lima anak dan enam orang dewasa. Alhamdulillah proses evakuasi warga dilakukan Satgas Kalisari lancar, tidak ada hambatan,” kata Gatot.
Menurut warga banjir luapan Phb Cijantung yang membentang di permukiman RW 03 imbas debit air kiriman dari Kota Depok, Jawa Barat dan wilayah di sekitar Pasar Rebo.
Warga RW 03 Kalisari, Fauzan, 19, mengatakan, setidaknya ada dua RT yang terdampak banjir luapan Phb Cijantung dengan ketinggian berkisar 60 sentimeter hingga 1 meter.
“Mulai banjir jam 16.00 WIB. Ini (Phb Cijantung) aliran dari Setu Pedongkelan (Depok). Sempat ada warga dievakuasi, itu karena posisi (daratan) rumahnya paling rendah,” tukas Fauzan.
Banjir luapan Phb Cijantung yang merendam permukiman warga RW 03 Kelurahan Kalisari ini bukan pertama kalinya terjadi, sejak Tahun 2022 lalu banjir kerap melanda.
Namun banjir dengan ketinggian sekitar 1 meter kali ini menurut warga merupakan yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir, karena sebelumnya tinggi air hanya berkisar 50 sentimeter (Cm).
