Lalu, Adit juga mampu meladeni pecatur andalan Indonesia, yang juga mentornya saat berlatih, GM Susanto Megaranto. Adit memaksa Susanto bermain remis. Mental bermain Adit sedikit goyah, setelah bertarung alot melawan pecatur legenda Filipina, GM Eugene Torre. Adit yang di atas angin dan besar peluang menang di laga itu, dipaksa menerima remis oleh Torre.
Untung kekecewaan Adit tak berlanjut. Pecatur yang akan mewakili DKI di PON 2024 Aceh Sumut ini, kembali bangkit di babak-berikutnya. Adit bermain imbang atau seri dengan GM Novendra Priasmoro dan di babak 10 menang atas IM Medina Warda Aulia.
“Sudah lega dan senang bisa meraih norma GM. Tinggal satu permainan lagi besok, semoga bisa menang biar juara,” kata Adit usai pertandingan.
Adit masih harus tetap fokus pada laga pamungkas atau babak ke-11 Pertamina – Mandiri Indonesian GM Tournament 2024. Sesuai jadwal, Aditya yang berelo rating 2407 bakal menghadapi pemain tangguh dan ngeyel asal Mongolia IM Uurtsaikh Agibileg pada Rabu (1/5) pagi.
